Wanita Hamil 3 Bulan Tewas Setengah Telanjang di Kebun Jagung


Seorang wanita, Lailatin Nadhiroh (44) ditemukan tewas setengah telanjang dengan luka kepala di kebun jagung Jalan Sedap Malam, Gang Tunjung Biru IV, Banjar Kebon Kuri Klod, Denpasar Timur, pada Rabu, 6 Juni 2018, pukul 17.30 WIB. Kematian perempuan asal Kaliombo, Kediri, Jawa Timur itu masih diliputi misteri.

Jenazahnya ditemukan seorang petani, Gede Arsana (35) saat menyabit rumput di sekitar TKP. Korban yang diketahui hamil tiga bulan itu selama ini mendiami rumah kos korban Jalan Sedap Malam, Gang Tunjung Biru II Nomor 4, Denpasar Timur, Bali.

Penemuan korban dengan kondisi mengenaskan di dekat tempat kerja suami sirinya membuat para tetangga merinding. Mereka tidak menyangga bila wanita hamil akan meninggal setragis itu.

Hingga kini, polisi masih memeriksa 11 orang saksi, termasuk Jainuri (44), suami siri korban, dan istri sah Jainuri.

“Kabarnya kan korban ini punya anak dan suami di Jawa. Lalu, si Jainuri ini juga punya istri sah, tapi mereka nikah siri. Dan belakangan, kami dengar katanya korban tengah hamil 3 bulan,” kata seorang warga yang engan disebutkan namanya, Kamis, 7 Juni 2018.

Warga tersebut mengatakan pasangan itu terbilang tertutup pada tetangga. Setiap kali berpapasan, mereka belum pernah bertegur sapa. Bahkan bila tetangganya menyapa, mereka tak merespons.

Namun, perilaku Lailatin mendadak berubah. Dua hari sebelum wanita hamil itu ditemukan meninggal, ia sempat mengobrol dengan tetangganya. Ternyata, sapaan itu menjadi yang terakhir.

“Tidak menyangka saja hari itu sekitar pukul 17.00 Wita, korban nyamperin saya untuk pertama kalinya dan memberi saya kue dodol dan jeruk sambil tersenyum. Biasanya tidak begitu,” ucap warga itu.

Didamprat Perempuan Lain

Hasil gambar untuk ilustrasi pembunuhan

Sebelum ditemukan tewas setengah telanjang, Lailatin sempat didamprat oleh seorang perempuan di tempat kosnya. Saat itu, suami siri korban yang menghadapi. Warga menggambarkan perempuan tersebut berambut sebahu dan berkacamata hitam.

“Tapi, korban tetap berada di dalam kamar. Lalu, Jainuri tersebut bertengkar dengan wanita itu, mendorong-dorongnya agar keluar dari kosannya,” kata warga yang enggan disebut namanya itu, Kamis, 7 Juni 2018.

Sebelum Lailatin tinggal bersama suami sirinya, Jainuri sempat tinggal di tempat kos yang sama hampir dua bulan dengan perempuan lain asal Pasuruan. Perempuan berkerudung itu lalu ditinggal pergi ke Jawa sampai sebulan lamanya.

“Katanya untuk nikah dengan korban (Lailatin) ini. Lalu yang dari Pasuruan pulang. Selang dua hari Jainuri, datang membawa korban ke kos,” kata warga itu lagi.

Jainuri diketahui bekerja sebagai mandor proyek. Ia disebut sering membawa banyak orang asing ke tempat kosnya, terutama pada sore hari, hingga membuat tetangganya risih.

Tamu-tamu Jainuri itu sekitar empat hingga lima orang yang disebut berpenampilan seperti preman. Mereka sering berlama-lama menghabiskan waktu di tempat kos Jainuri.

Warga bahkan tak jarang menemukan botol minuman beralkohol di depan kamar kos korban. Meski begitu, warga tak pernah mendengar ada pertengkaran terjadi antara Jainuri dan Lailatin selama tinggal di kos.

“Korban ini sering masakin untuk teman-teman suaminya. Setiap hari, lalu ada anak buah suaminya yang ngambil dan bilang terima kasih Bos. Keluar paling hanya ke warung saja. Selebihnya ya di kos,” tutur warga itu.

Kini, semua anak buah Jainuri turut dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan karena ditemukan bercak darah di salah satu sandal anak buahnya. Anak buahnya termasuk kepala tukang berinisial P, buruh bangungan, tukang, dan tukang batu.

Tak Ada Barang Hilang

Gambar terkait

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo membenarkan bahwa baik korban maupun Jainuri masih memiliki hubungan pernikahan yang sah dengan pasangannya masing – masing.

“Benar memang korban ini masih memiliki suami sah. Dan Jainuri ini juga memiliki suami sah,” katanya.

Selain memeriksa saksi, polisi juga masih mencari barang bukti terkait kasus pembunuhan korban dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun, polisi belum menemukan titik terang siapa di balik pembunuhan sadis terhadap korban.

Terhadap korban yang ditemukan tewas pada Rabu malam, 6 Juni 2018 itu sedang diautopsi oleh tim Forensik RSUP Sanglah Denpasar terkait penyebab kematian korban. “Saya belum bisa bicara banyak karena hasil autopsi belum keluar,” kata mantan Kapolres Gianyar itu.

Pihaknya juga menegaskan, tidak ada barang-barang milik korban yang hilang diambil pelaku di TKP. Korban yang berasal dari Kediri Jawa Timur itu dibunuh dengan sadis di kebun jagung itu.

“Korban juga memiliki suami sah selain saksi Jainuri yang saat ini juga sudah dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangannya,” katanya.

Korban saat itu mengenakan baju kaos warna merah dalam keadaan tidak menggunakan busana bagian bawah. Korban juga mengalami luka berat pada bagian mulut, luka goresan pada bagian atas pelipis sebelah kiri, hidung mengeluarkan darah serta kemaluan mengeluarkan darah.

Leave a Reply