Waduh! Rata-Rata Orang Indonesia Punya 7-8 Gigi Rusak

Waduh! Rata-Rata Orang Indonesia Punya 7-8 Gigi Rusak


Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mencatat lebih kurang 92 % warga Indonesia mengalami kerusakan gigi. Selain itu kebugaran gigi dan mulut di Indonesia juga memburuk dibanding 5 tahun yang lalu.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar PDGI, Dr, drg. RM Sri Hananto Seno, SpBM(K)., MM di sela acara Rakernas XII PDGI dan Seminar Ilmiah Nasional Kedokteran Gigi di hotel Patra Semarang. Acara selanjutnya dihadiri 1.360 dokter gigi berasal dari berbagai daerah.

dr Hananto menjelaskan, dalam Rakernas ada 4 perihal yang dibahas yaitu mengenai laporan ketua, evaluasi kinerja, pembahasan solusi, dan persiapan untuk kongres. Perkembangan kebugaran gigi dan mulut di Indonesia juga dibahas dan ternyata kudu dievaluasi gara-gara cenderung mengalami penurunan hasilnya.

“Kesehatan gigi dan mulut Indonesia itu tidak baik dibanding 5 tahun lalu. Mungkin kerja kita, kerja pemerintah kurang. Maka kita minta dokter gigi bakti sosial memperbaiki dan edukasi ke masyarakat,” kata Hananto, Jumat (25/1/2019).

Indikasinya yaitu dulu kerusakan pada setiap orang hanya antara 4 hingga 5 gigi, tetapi kini umumnya 7 hingga 8 gigi rusak per orang. Kenyataan itu diketahui melalui riset segera yang dijalankan 2.562 dokter gigi. Riset selanjutnya dijalankan 2018 dan hasilnya bakal muncul akhir 2019. Namun selagi diketahui berasal dari riset wawancara, 57,6 % penduduk Indonesia sakit gigi dan hanya 10,2 % yang diobati ke dokter gigi.

“Tapi sebenarnya beda bersama dengan hasil wawancara. Ada yang mengalami kerusakan tetapi tidak sakit sesudah itu tidak ke dokter gigi. Hasil berasal dari wawancara dan riset segera ternyata tidak cukup pas, nyatanya 92 % penduduk Indonesia mengalami kerusakan gigi,” memahami dokter gigi kepresidenan itu.

Banyak segi yang merubah perihal selanjutnya antara lain munculnya dokter gigi ilegal lebih-lebih yang hanya bermodalkan youtube tetapi mengikuti seminar sehingga meraih sertifikat seminar.

“Banyak dokter gigi ilegal, seolah tenaga medis. Misal ada tukang gigi, pakar gigi, tetapi membuka praktek, itu ratusan ribu jumlahnya,” terangnya.

Faktor lain yaitu pemerataan penempatan dokter gigi. Meski ada 30 ribu dokter gigi yang praktik tapi tidak merata lebih-lebih di daerah-daerah terpencil. Kesadaran masyarakat untuk berobat ke dokter gigi juga dianggap tetap kurang sehingga wajib edukasi.

“Saya bakal membuat program bersama pemerintah untuk meningkatkannya entah nanti preventif atau lainnya,” tegas Hananto.

Fenomena permasalahan gigi yang kini meningkat di kalangan generasi muda adalah gigi sensitif. Anggota PDGI, Dr. drg. Yuniarti Soeroso, Sp. Perio (K) menyatakan model hidup anak muda saat ini membuat rentan bersama gigi sensitif dan berasal dari hasil penelitian menyatakan 2 berasal dari 5 generasi muda mengalami gigi sensitif.

“Generasi muda dikenal memiliki model hidup yang dinamis bersama mobilitas tinggi dan juga ikuti tren contohnya perawatan pemutihan gigi,” kata Yuniarti.

Leave a Reply