Sukses di Usia 16 Tahun, Remaja di Australia Tinggalkan Bangku Sekolah


Josh Brnjac baru berusia 16 tahun, namun sudah memiliki bisnis di dua perusahaan yang menghasilkan miliaran rupiah setahunnya.

Karena kesibukkannya di dunia bisnis, anak muda yang berasal dari Melbourne, Australia ini sudah resmi meninggalkan bangku sekolah sejak di kelas delapan (usia sekitar 14 tahun).

“Sebagai anak muda, khususnya di Australia, ada begitu banyak kesempatan di depan kita dan tinggal bagaimana kita memanfaatkan kesempatan tersebut.” kata Josh, demikian dikutip dari laman ABC Indonesia, Minggu (12/8/2018).

Dilahirkan di Afrika Selatan, Josh pindah ke Australia bersama dengan keluarganya di usia 7 tahun.

Ibunya adalah guru, dan ayahnya bekerja di bidang pendidikan, namun Josh memiliki insting bisnis yang kuat. Setelah mendapat hadiah sebuah kamera di usia 10 tahun, dia mulai mengambil gambar dan menjual foto-foto bertema alam.

Di usia 12 tahun, Josh menggunakan uang sakunya sebesar 90 dolar Australia untuk membuat sebuah situs, sesuatu yang dipelajarinya sendiri lewat situs pemutar video.

Situs itu kemudian menjadi sebuah situs kreatif yang memberikan jasa bahan-bahan visual kepada klien. Dia sekarang mempekerjakan dua orang staf penuh dan tahun lalu mendapat penghasilan 110 ribu dolar Australia (sekitar Rp 1,1 miliar).

“Orang tua saya mendukung dengan semangat, namun mereka tidak memberikan dana untuk mendukung bisnis saya.” kata Josh.

“Saya memulainya dengan modal semangat.”

Ketika bisnis berkembang, Josh memutuskan berhenti dari sekolah resmi di kelas 8 dan belajar sendiri secara online.

Tanggapan Jost Tentang Fenomena Depresi dan Bunuh Diri Remaja

Hasil gambar untuk ilustrasi bunuh diri

Cerita mengenai depresi dan bunuh diri di kalangan remaja, Josh juga mengaku menghadapi masalah kesehatan mental serius di masa lalu.

Dia mengatakan menemukan arti dalam apa yang dikerjakannya membangkitkan semangat hidup, dan pesan itulah yang akan disampaikanya ke publik.

Josh akan berbicara dalam forum TEDx di Melbourne tanggal 13 Agustus mendatang, dimana dia akan berbicara mengenai masalah depresi dan bunuh diri di kalangan remaja.

TEDx adalah forum d imana para pembicara akan berbagi pengalaman atau ide yang diharapkan bisa menjadi global.

“Saya ingin menemukan sesuatu di mana saya ingin baru setiap hari dan melakukanya.” kata Josh mengenai masa dia terkena depresi.

“Ketika kita dalam fase ingin melakukan bunuh diri, pikiran kita hanya mengenai jangka pendek. Ini cara kita untuk bertahan.”

“Dari pengalaman saya, kita tidaklah melihat misalnya apa yang akan terjadi lima tahun lagi, atau tahun depan, khususnya bila anda masih muda. Kita hanya melihat enam bulan ke depan, kemudian bulan depan, kemudian minggu depan.”

Josh berharap ceritanya bisa memberikan inspirasi kepada yang lain yang menghadapi masalah yang sulit bahwa selalu ada harapan.

Leave a Reply