Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang

Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang


Yogyakarta sebetulnya nggak pernah gagal memanjakan mata para wisatawan. Sebagai kota wisata, Yogyakarta telah pasti miliki banyak destinasi wisata yang dapat kamu kunjungi. Selain deretan pantai di kawasan Gunung Kidul, rimba Pinus di Imogiri, dan Kaliurang bersama hawa dinginnya, Yogyakarta miliki destinasi wisata baru yang sesuai masuk list akhir pekanmu atau cuman untuk nikmati hawa sore sambil ditemani sunset.

Destinasi wisata baru ini bernama Sawah Kreasi. Berada di Dusun Bleber Lor, Desa Sumberharjo, Sleman, Yogyakarta, kamu nggak cuma disuguhi bersama pemandangan sawah hijau yang membentang luas serta hawa yang super sejuk, tetapi juga sebuah karya seni yang membentuk bermacam gambar hewan yang dibikin di atas lahan persawahan.

Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang

Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang

Gambar hewan di atas sawah selanjutnya bukan crop circle lho, melainkan seni melukis di atas lahan pertanian yang dikenal bersama makna Tanbo Art. Ide ini muncul berasal dari seorang pemuda bernama Fuad Nasir Al Falaq, yang ingin mengembangkan desanya sebagai destinasi wisata bersama menghadirkan seni Tanbo Art yang terinpirasi berasal dari salah satu desa di Jepang. Jepang sebetulnya miliki salah satu desa tepatnya di Inakadate yang mengfungsikan lahan sawah yang luas untuk menarik minat wisatawan sehingga berkunjung ke desa tersebut.

“Saya mikir di kampung aku ini, apa yang dapat aku kembangkan. Saya sadar di kampung aku ini, kami miliki hamparan sawah yang luas, kenapa nggak kami mengakibatkan sawah itu miliki nilai tambah. Nilai tambahnya darimana, yakni pariwisata,” ungkap mahasiswa lulusan Pariwisata UGM selanjutnya kepada brilio.net, beberapa kala lalu.

Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang

Fuad Al Falaq/foto: brilio.net/Syamsu Dhuha FR

Hadir sejak Juni 2018 lalu, Fuad mengfungsikan sawah milik orangtuanya untuk dijadikan sarana lukis sekaligus uji cobalah bersama gambar beruang dan postingan hello yang menjadi karya pertama. Sebelum mobilisasi praktiknya, cowok berusia 24 tahun selanjutnya lebih pernah melakukan riset tentang Tanbo Art dan bagaimana cara mengakibatkan polanya. Semua itu dipelajari Fuad secara ototidak lewat internet berasal dari awal tahun 2018 sampai pertengahan tahun.

Sawah Kreasi Sleman © 2019 brilio.net View Image

Gambar Sawah Kreasi musim pertama/foto: Instagram/@sawahkreasi

“Proses perancangannya itu sebetulnya lumayan lama, gara-gara kebetulan aku juga tidak cukup sadar cara Tanbo Art di Jepang itu layaknya apa? Bikin polanya gimana? Akhirnya aku cari-cari tahu, kurang lebih beberapa bulan setelah itu baru dapat metode membuat membuat polanya,” kata Fuad.

Selain mengfungsikan padi hijau, Fuad juga mengfungsikan padi ungu yang berasal berasal dari Jepang didalam sistem Tanbo Art selanjutnya sehingga dapat menghadirkan warna berbeda. Untuk beroleh padi tersebut, anak bungsu berasal dari dua bersaudara ini dibantu seorang temannya untuk beroleh bibit padi yang juga ditanam di Korea Selatan tersebut.

Polanya sendiri dibikin Fuad bersama mengfungsikan tali yang dibentuk sesuai gambar di atas sawah yang telah selesai digarap. Tak digarap seorang diri, sistem menanam padinya ditunaikan ibu-ibu yang tinggal di desa Sumberharjo. Setelah selesai ditanam, perlu kala dua minggu sampai satu bulan untuk gambarnya dapat terlihat.

Sudah diakses selama tiga musim, pola di Sawah Kreasi ini telah berubah sebanyak tiga kali lho. Setelah gambar beruang, Fuad menghadirkan gambar tiga ekor bebek di musim kedua. Gambar-gambar selanjutnya dapat dinikmati selama tiga sampai 3,5 bulan sebelum saat jaman panen datang. Jika jaman panen datang, maka Sawah Kreasi pun bakal ditutup kala sampai gambar seterusnya datang kembali.

Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang

Gambar musim kedua/foto: Instagram/@sawahkreasi

“Jadi setelah panen itu ada yang namanya jaman penggarapan tanahnya tidak cukup lebih dua sampai tiga minggu. Nah, setelah digarap, nanti baru membuat polanya paling sehari jadi. Terus setelah membuat pola, aku harus nunggu ibu-ibu petani gara-gara sebetulnya giliran. Setelah ditanam kami juga harus nunggu tiga sampai satu bulan untuk gambarnya terlihat,” sadar Fuad.

Pada musim ketiga yang diakses sejak 12 Januari 2019 lalu, Fuad bekerja sama bersama tetangga untuk sawahnya dijadikan sarana lukis. Musim ketiga Sawah Kreasi pun dihiasi bersama gambar dua panda dan cii-ciri Po didalam Kung Fu Panda. Untuk dapat nikmati keindahan Sawah Kreasi ini kamu lumayan merogoh kocek Rp 5.000 saja. Di sana juga di sajikan gardu pandang untuk nikmati sawah lukis selanjutnya berasal dari atas.

Seni lukis sawah ini di Yogyakarta tidak kalah bagus dari Jepang

Gardu pandang di Sawah Kreasi/foto: brilio.net/Ivanovich Aldino

Menjadi salah satu destinasi wisata baru di Yogyakarta yang telah merasa dilirik, kehadiran Tanbo Art terhadap musim pertamanya masih diragukan masyarakat. Dukungan berasal dari penduduk merasa berdatangan setelah Sawah Kreasi merasa mendatangkan banyak pengunjung di musim kedua.

“Memang harus ada edukasi lebih, gara-gara bisa saja penduduk belum lihat kalau sawah ini dapat lebih potensial. Dari musim petama yang awalannya percobaan, konsisten musim ke-2 telah merasa banyak yang datang, itu pelan-pelan penduduk merasa mendukung,” terang Fuad.

Untuk jadi menarik minat wisatawan, kedepannya Fuad meminta dapat menghadirkan gambar yang lebih luas. Tak cuma itu, di kurang lebih Sawah Kreasi selanjutnya juga bakal dibikin taman yang nantinya dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang. Rencana kedepannya selanjutnya dikehendaki dapat memberikan dampak positif untuk penduduk dan petani.

“Harapannya lebih banyak yang datang, nanti itu dapat untuk memberikan dampak yang positif juga untuk masyarakat, untuk petani juga. Jadi nggak cuma hasil berasal dari padinya aja, tetapi berasal dari pariwisata juga,” ungkap Fuad.

Buat kamu yang tinggal di tempat Yogyakarta dan sekitarnya, sore hari adalah kala yang tepat membuat berkunjung ke Sawah Kreasi, tak hanya udaranya yang asri bersama angin sore. Kamu juga dapat nikmati hamparan sawah hijau yang telah dilukis plus sunset yang membuat soremu menjadi jadi berkesan.

Leave a Reply