Mengapa Kita Mengeluarkan Air Mata Saat Menguap?


Tak hanya karena kesedihan, air mata juga bisa mengalir ketika kita menguap. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Ketika kita menguap, otot-otot wajah di sekitar mata menjadi tertarik. Hal tersebut mampu memberikan tekanan pada kelenjar air mata. Kelenjar ini tersimpan dengan rapi di bawah kelopak mata atas kita, tepat di bawah tulang alis.

“Kelenjar-kelenjar ini menghasilkan komponen berair para air mata alami di mata kita,” tulis optometris, Cheryl G. Murphy seperti dikutip dari Huffington Post pada Rabu (29/8/2018).

Menurut Murphy, kelenjar ini bekerja untuk memproduksi dan melepaskan air mata secara perlahan. Gunanya untuk melapisi mata kita setiap saat, sehingga tidak hanya ketika seseorang menangis.

“Ketika otot-otot wajah menegang selama menguap, kelenjar lakrimal mungkin tertekan, menyebabkan mereka melepaskan sedikit air mata yang mereka simpan untuk dibebaskan nanti,” tambah Murphy.

Air Mata Basal

Menguap (iStockphoto)

Mengutip dari Lasik MD, peneliti di Pusat Penelitian Primata Nasional Yerkes di Emory University, Matthew Campbell mengatakan, beberapa orang percaya bahwa otak mengirimkan sinyal untuk istirahat singkat dalam bentuk menguap, ketika terlalu banyak menerima informasi. Para ahli juga setuju bahwa menguap dan air mata adalah sebuah hasil dari fungsi fisiologis.

Air mata basal sendiri merupakan air mata yang bertanggung jawab untuk melumasi mata selama kehidupan sehari-hari. Cairan ini adalah campuran protein, air, minyak, dan sedikit lendir untuk memberikan mata sensitif manusia dengan kelembaban dan lubrikasi yang dibutuhkan.

Air mata ini biasanya mengalir secara diagonal di seluruh mata, untuk dikumpulkan di sudut yang berlawanan dalam struktur yang disebut punctum, namun, mata yang tertutup rapat selama menguap menutup drainase terbuka.

Hal ini membuat air mata Anda tidak akan keluar sampai mata terbuka lagi. Karena itu, sebelum punctum melakukan tugasnya, penglihatan akan kabur selama beberapa detik.

Leave a Reply