Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Lampu LED, Apa Saja?


Sudah banyak mobil baru yang dilengkapi dengan lampu utama berteknologi LED (Light-emitting diode). LED dinilai memiliki keunggulan yang tidak ada di lampu halogen biasa.

Beberapa di antaranya adalah usia pakai yang panjang, tahan guncangan, waktu respons cepat, hemat energi, ramah lingkungan dan menghasilkan pencahayaan serta warna sinar yang baik. Inovasinya pun makin merambah dengan banyaknya pilihan warna cahaya.

LED merupakan komponen elektronik solid state, sehingga tahan terhadap guncangan dan mampu memiliki dimensi sangat kecil. Berarti praktis dari sisi penempatan yang tidak perlu ruangan besar. Kelebihan lainnya, cahaya lampu LED mampu terang maksimal seketika dalam waktu kurang dari sedetik. Tidak seperti lampu HID dan xenon yang butuh waktu lebih lama hingga mencapai penerangan maksimal. Soal pendaran cahayanya pun, jauh lebih terang daripada halogen. Lampu LED untuk penerangan pada umumnya terdiri dari komponen LED chip, LED driver & pengendali suhu.

Nah, musuh utama bagi lampu LED adalah suhu panas. Meningkatnya suhu pada LED berdampak pada penurunan kinerja. Umumnya lampu berfungsi baik jika suhu kurang dari 70 derajat celcius. Biasanya, suhu tinggi berasal dari ruang mesin atau dari LED itu sendiri. Tidak hanya memengaruhi kinerja, umurnya pun berkurang. Jadi, kualitas LED ditentukan pada rancang bangun, material, proses produksi dan sistem kontrol kualitas pascaproduksi.

“LED itu lampu tanpa gas & filament, saat ini telah mencapai 150 lumens/watt dan lampu model ini sangat sedikit menghasilkan panas searah gelombang cahaya, namun suhu panasnya timbul pada bagian belakang lampu,” jelas Lily Hernawan, Direktur CV Sampurna Part Niaga (SPN) selaku distributor Autovision di Indonesia, melalui rilis resminya.

Kapasitas terang LED berbanding lurus dengan daya dan panas yang ditimbulkan. Semua itu tergantung rancang bangun serta material lampu. Untuk meningkatkan kinerja, dilakukan pengembangan dalam menciptakan LED berkapasitas besar tanpa menghasilkan panas berlebih. Selain itu, juga dikembangkan desain dan penggunaan material, selain metode penahan panas.

Selanjutnya

Jenis dan material pengendali suhu sangat mempengaruhi kinerja Lampu. Sistem pendingin kipas (fan) masih sistem paling baik dalam mengendalikan suhu. Selain itu, ada juga pendingin dengan air (water cooler) dan udara (air cooler). Namun, masing-masing jenis pengendali suhu memiliki kelebihan serta kekurangan.

Sistem pendingin udara, menjadi teknologi paling sederhana. Daya tahannya memang paling lama, tapi lagi-lagi tergantung bahan yang dipakai juga. LED pendingin air paling canggih dan berbiaya mahal. Cara mengendalikan suhu melalui sistem sirkulasi air, kelemahannya butuh ruang bidang besar.

Sedangkan pendingin kipas (fan) paling masuk akal. Karena ukurannya kecil dan mampu menjaga suhu dengan sangat baik. Minusnya, bilah kipas mudah kotor jika sering melewati jalan berdebu. Dari ketiga jenis ini, LED pendingin udara masih yang paling awet, tapi paling sederhana.

Leave a Reply