Ini yang Terjadi pada Akun Media Sosial yang Penggunanya Sudah Meninggal

Ini yang Terjadi pada Akun Media Sosial yang Penggunanya Sudah Meninggal


Sebagai pengguna fasilitas sosial (medsos), semua orang direkomendasikan untuk waspada bersama dengan postingan mereka. Sebab, unggahan selanjutnya dapat selamanya berada di account Anda saat Anda meninggal.

Di era teknologi saat ini, kehidupan digital orang-orang di Bumi ini sanggup selamanya ada, meski mereka telah wafat. Namun http://saratogaartsfestival.org, apa yang dilakukan masing-masing platform fasilitas sosial bersama dengan account yang penggunanya telah meninggal, amat bervariasi. Ini juga terkait terhadap permintaan keluarga atau kerabat terdekat.

Bagi sebagian orang, miliki opsi untuk datang ke account fasilitas sosial yang telah meninggal sanggup memberi tambahan kenyamanan. Namun, tersedia pula yang memberi saran supaya account tak bertuan selanjutnya dihapus demi kebaikan penggunanya.

Di Facebook, saratogaartsfestival di mana tersedia 8.000 pengguna dilaporkan meninggal dalam sehari, account pengguna yang telah meninggal dunia sanggup diubah jadi account memorial (memorial account) atau ditutup selamanya. Demikian seperti dikutip dari The Independent, Rabu (2/1/2019).

Ketika Facebook pertama kali memperkenalkan account memorial, siapa pun sanggup melaporkan pengguna yang telah meninggal. Sistem yang diterapkan dalam account memorial ini dapat mengunci account pengguna selanjutnya secara permanen dan mencegahnya mengirim pembaruan atau keluar dalam pemberitahuan ulang tahun.

Namun, terhadap 2015, Facebook menginformasikan kebijakan baru, yaitu “Kontak Peninggalan” (Legacy Contact) yang sanggup membaca tanggal dan hari saat pengguna selanjutnya meninggal, supaya account mendiang sanggup Log In secara otomatis terhadap hari saat ia wafat.

Selain itu, bersama dengan ada Legacy Contact, account pengguna yang meninggal sanggup menyematkan (pin) postingan di timeline mereka. Baca juga, “Media Sosial Mampu Membuat Anda Galau“.

Legacy Contact, yang dipilih dari teman-teman Facebook mendiang, tidak sanggup membaca atau mengakses kotak pesan orang yang telah meninggal. Akan tetapi, mereka sanggup membuat perubahan foto profil account mendiang dan mengarsipkan kiriman beserta foto.

Sementara itu, pengguna yang tetap hidup juga sanggup memilih untuk menghapus profil mereka secara permanen saat mereka meninggal. Caranya yaitu bersama dengan memilih opsi di bawah ‘Pengaturan’, lalu memilih ‘Keamanan’.

Setelah meninggal, bagian keluarga mendiang juga sanggup menghendaki supaya Facebook menghapus profil mendiang bersama dengan mengirimkan sertifikat kematian.

Instagram, Twitter, Pinterest dan Gmail

Instagram juga miliki kebijakan serupa untuk menanggulangi pengguna yang meninggal, seperti yang ditunjukkan oleh The Sun.

Menurut kebijakan Instagram, account orang yang meninggal sanggup dilaporkan dan sesudah itu diabadikan, atau bagian keluarga paling dekat sanggup menghendaki supaya account selanjutnya dihapus.

Sedangkan untuk mengabadikan akun, Instagram membutuhkan bukti berupa surat kematian.

Di Twitter, hanya satu opsi saat seorang pengguna meninggal adalah untuk menonaktifkan akunnya. Twitter mengharuskan bagian keluarga paling dekat untuk memberi tambahan salinan ID mereka dan sertifikat kematian bagian keluarga yang meninggal.

Untuk pengguna Pinterest yang telah meninggal dunia, platform ini dapat menonaktifkan profil terkecuali diminta oleh bagian keluarga. Namun, web selanjutnya tidak sanggup menanggung bahwa pihaknya tidak dapat memberi tambahan informasi teristimewa atau Log In setelah kematian pengguna itu.

Adapun account surat elektronik seperti Gmail, juga dapat menutup account orang yang telah meninggal atas permintaan bagian keluarga terdekat. Platform e mail ini sanggup “menyediakan konten dari account pengguna yang telah meninggal” dalam situasi tertentu.

Atau, pengguna sanggup memilih untuk mengaktifkan opsi ‘Inactive Account Manager’ atau Manajer Akun Tidak Aktif, yang dapat membagikan atau menghapus account setelah periode tidak aktif.

Leave a Reply