Google dan Facebook Wajib Bayar Pajak Tinggi di Inggris

Google dan Facebook Wajib Bayar Pajak Tinggi di Inggris


Berita harian, Google dan Facebook Wajib Bayar Pajak Tinggi di Inggris. Pemerintah Inggris berencana untuk mengimplementasikan tarif pajak yang lebih besar untuk perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat yang beroperasi di negara itu.

Rencananya, tarif pajak yang baru akan menjadi diberlakukan per April 2020. Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider Singapore, Rabu (31/10/2018), tarif pajak baru Inggris ini akan berlaku untuk perusahaan seperti Google, Facebook, hingga Amazon.

Google dan Facebook Wajib Bayar Pajak Tinggi di Inggris

Menteri Philip Hammond mengatakan, tarif pajak yang berlaku untuk Facebook cs adalah 2 prosen dari pendapatan perusahaan di Inggris.

Dengan besaran tarif pajak ini diperkirakan, pendapatan pajak Inggris mampu meningkat hingga 400 juta poundsterling atau setara US$ 510 juta per tahun.

Sekadar diketahui, ini merupakan pertama kalinya Inggris menarget perusahaan teknologi untuk membayar pajak lebih besar di negaranya. Pasalnya, para perusahaan teknologi ini diketahui hanya membayar sedikit pajak ke Inggris.

Business Insider Singapore melaporkan, lebih dari satu besar perusahaan teknologi AS punya pengaturan pajak yang rumit.

Perusahaan teknologi AS apalagi bersama sengaja sebabkan anak perusahaan di negara area mereka beroperasi supaya pajak yang dibayarkan lebih rendah. Misalnya saja Facebook yang sebabkan anak perusahaan di Irlandia.

Anak perusahaannya di Inggris melaporkan pendapatannya berdasarkan fasilitas yang disajikan oleh perusahaan induk. Gara-gara ini, pendapatan yang dicatat lebih rendah dan pajak yang dibayarkan pun juga jauh lebih rendah.

“Platform digital yang punya product berwujud mesin pencari, tempat sosial, dan marketplace udah mengubah kehidupan kita, lebih dari satu besar jadi lebih baik,” kata Hammond.

Hanya Berlaku bikin Perusahaan Besar

Meski sebabkan pengguna lebih baik, tetapi hal ini jadi tantangan tersendiri bagi otoritas pajak. Salah satunya, kata Hammond, terkait bersama sistem pajak yang diterapkan.

“Aturannya sepanjang ini tidak seiring bersama perubahan tipe usaha dan tahu tidak berkelanjutan atau adil. Bahwa usaha platform mampu menghasilkan nilai substansial di Inggris, tanpa (perusahaan teknologi) membayar pajak,” katanya.

Hammond menambahkan, tarif pajak baru ini diberlakukan bagi perusahaan-perusahaan teknologi AS. Selain Google dan Facebook, perusahaan seperti Uber atau Airbnb juga akan terdampak pajak ini.

Meski begitu, menurutnya, startup yang lebih kecil tak akan terkena imbasnya. Hammond menyebut, hanya perusahaan bersama pendapatan di atas 500 juta poundsterling yang akan dikenai tarif pajak baru ini.

Facebook Didenda Gara-Gara Cambridge Analytica

Otoritas Inggris menyebut, Facebook terancam kena denda £500.000 atau US$ 644.000 (setara Rp 9,7 miliar) dikarenakan masalah Cambridge Analytica.

Meski denda yang dibebankan terkesan lumayan besar, bagi Facebook kuantitas ini pasti tak sebanding bersama keuntungan perusahaan.

“Kami berasumsi kontroversi ini terlalu serius, supaya kami menerapkan hukuman maksimum di bawah undang-undang sebelumnya,” kata kepala kantor komisi Info Inggris (ICO) sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge.

Meski begitu, mampu dibilang kalo denda tersebut tak sebanding bersama uang yang dihasilkan Facebook.

Sekadar informasi, Facebook menghasilkan US$ 5,1 miliar didalam laba bersih kuartal terakhir. Sementara, terkecuali dikurs ke ke US$, dendanya kurang lebih US$ 644.000.

Untuk mempermudah, The Verge apalagi memperbandingkan denda Facebook bersama pendapatan bersih bulanan Facebook.

Pendapatan bulanan Facebook kurang lebih US$ 1,7 miliar, tetapi pendapatan bersih Facebook per hari US$ 56 juta.

Jika dibandingkan bersama pendapatan bersih per hari yang jumlahnya lebih dari US% 56,6 jutaan, denda yang dibebankan ke Facebook pun masih terlalu kecil.

Demikian juga, sementara denda Facebook itu dibandingkan bersama pendapatan bersih Facebook didalam satu jam yang jumlahnya kurang lebih US$ 2,36 jutaan.

Leave a Reply