gempa

Gempa Kasongan Kalteng Terjadi di Zona Tak Lazim, Begini Penjelasan BMKG


Berita Harian – Gempa di zona tak lazim mengguncang wilayah Kasongan Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis siang, 12 Juli 2018, pukul 13.43 WIB.

Gempa berkekuatan 4,2 Skala Ritcher dan guncangannya yang kuat membuat beberapa warga lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempabumi Kasongan terjadi di zona tak lazim karena sumber gempanya bukan zona subduksi, dan juga bukan patahan yang sudah terpetakan dan dikenali sebelumnya (recognized fault).

“Meskipun pemicu gempabumi ini sebenarnya juga akibat adanya proses penyesaran batuan (faulting). Yang terjadi pada kerak dangkal (shallow crustal),” ujar Daryono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/7/2018).

Dalam ilmu gempabumi (seismologi), gempa seperti ini disebut sebagai Gempabumi Latar Belakang (Background Earthquake). Yakni sebagai aktivitas gempabumi, terjadi di zona yang tidak memiliki sumber pembangkit gempabumi atau seismogenik.

Bukan Gempa Pertama

Menurut catatan seismogram, gempa lokal di Kasongan ini tidak banyak, tetapi hanya 1 seismogram saja yang dapat tercatat dengan baik oleh sensor gempabumi BMKG untuk dapat dianalisis.

“Hal ini disebabkan karena jumlah sensor gempabumi di Kalimantan, keberadaan tidak sebanyak di Pulau Jawa dan Sumatera,” ungkap dia.

Daryono membantah gempabumi Kasongan ini merupakan gempa yang pertama terjadi di Kalteng. Dia mengatakan, gempabumi dangkal dan lokal serupa pernah terjadi pada 6 Juli 2016. Yaitu gempabumi Buntok Kalteng dengan 4,5 Skala Richter.

Terkait hal itu, Daryono meminta masyarakat tetap tenang dan tidak percaya isu yang tidak bertanggungjawab.

“BMKG akan terus melakukan monitoring dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Leave a Reply