Curhat Pimpin Tesla dan SpaceX, Elon Musk Sampai Menangis


Elon Musk bisa dibilang sebagai salah satu figur yang menjadi sorotan pada tahun ini.

Bagaimana tidak, pria yang kerap dijuluki sebagai ‘Iron Man’ tersebut dikenal sebagai salah satu miliarder yang kontroversial.

Meski inovatif dengan teknologi besutannya, Elon Musk selalu melontarkan pernyataan yang mengejutkan.

Namun siapa sangka, di balik sifatnya yang blak-blakan, ternyata Elon Musk juga memiliki sisi lembut yang tidak pernah kita kira.

Belum lama ini, pria kelahiran Afrika Selatan tersebut tampak emosional ketika muncul dalam sebuah wawancara dengan New York Times.

Pada wawancara tersebut, Elon Musk curhat tentang bagaimana ia bekerja keras memimpin Tesla dan SpaceX. Bahkan, dirinya sampai menitikkan air mata.

Salah satu pembahasan wawancara adalah soal Elon Musk yang benar-benar ingin membuat Tesla menjadi perusahaan privat dalam sebuah cuitan pada 7 Agustus lalu.

Ada yang menyangka, cuitan tersebut dibuat untuk meningkatkan saham Tesla. Bahkan ada juga yang menuding Elon Musk menulis cuitan tersebut di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.

Namun, mantan kekasih Amber Heard ini menegaskan kalau cuitan itu dibuat tidak dengan pengaruh narkoba.

“Aku tidak menulisnya di bawah pengaruh (obat-obatan terlarang), itu sangat membantu produktivitas,” ujar Musk.

Kerja Keras

Elon Musk

Elon Musk juga mengaku sangat lelah karena bekerja keras sampai 120 jam per minggu. Inilah yang membuatnya sangat emosional saat menceritakan kisahnya di Tesla dan SpaceX.

“Satu tahun terakhir benar-benar tahun yang sangat sulit da menyakitkan bagi karirku, ini sangat menyiksa,” lanjutnya sebagaimana dikutip BBC.

Elon Musk juga mengungkap pada 28 Juni lalu saat dirinya berulang tahun, ia malah tetap bekerja tanpa henti sepanjang malam, tidak ditemani siapa-siapa.

Ia pun harus memakai obat penenang agar bisa tidur jika sudah bekerja semalaman. “Aku harus pakai obat tidur atau obat penenang,” Imbuhnya.

Cari Pengganti?

Elon Musk

Elon Musk bahkan mengaku, kalau saat ini tidak masalah jika memang ada sosok yang lebih baik, yang kelak ingin menggantikan posisinya.

Memang, untuk sekarang ini Tesla tengah mencari eksekutif top untuk membantu Elon Musk.

“Kalau kalian tahu ada orang yang bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada aku, beritahu aku. Mereka bisa mengisi (posisi tersebut),” lanjutnya.

Namun sayangnya, wawancara tersebut tampaknya memicu investor khawatir akan keengganan Elon Musk dalam menakodhai perusahaan. Dampaknya, harga saham Tesla merosot hingga 8 persen.

Leave a Reply