Akhir Proyek Mesin Pencari Google untuk Tiongkok

Akhir Proyek Mesin Pencari Google untuk Tiongkok

      No Comments on Akhir Proyek Mesin Pencari Google untuk Tiongkok


Berita harian, Akhir Proyek Mesin Pencari Google untuk Tiongkok. Beberapa selagi lalu, Google dilaporkan sedang mengembangkan mesin pencari untuk pengguna Tiongkok. Lewat proyek bernama Dragonfly, mesin pencari ini disebut akan disempurnakan mesin sensor khusus.

Meski belum formal diperkenalkan, proyek ini ternyata telah menuai banyak protes. Bahkan, protes banyak dilayangkan berasal dari pihak internal Google.

Akhir Proyek Mesin Pencari Google untuk Tiongkok

Terbaru, berdasarkan laporan The Intercept, Google disebut telah menghentikan kelanjutan proyek Dragonfly. Dikutip berasal dari The Verge, Kamis (20/12/2018), keputusan penghentian ini diambil mengingat kontroversi yang menyelimuti proyek tersebut.

Jadi, web site 365.com yang akan dijadikan sebagai basis data untuk proyek ini ternyata telah dimatikan. Sekadar informasi, 365.com merupakan jenis awal untuk proyek ini.

Dari informasi yang dihimpun, mesin pencari ini sebenarnya tidak berdiri sendiri melainkan mengakses bersama Baidu. Mesin ini sebenarnya dibuat untuk untuk menghimpun informasi yang banyak dicari pengguna internet di Tiongkok.

Dengan ditutupnya web site 365.com, tim Dragonfly pun dipastikan akan kesusahan untuk menghimpun data seputar pencarian pengguna di Tiongkok. Karenanya, proyek ini disebut-sebut tidak kembali dilanjutkan Google.

Terlebih, CEO Google Sundar Pichai selagi berjumpa bersama House of Representative Amerika Serikat menyebut pihaknya tidak miliki konsep merilis product di Tiongkok. Dengan kata lain, hampir tidak era depan untuk kelanjutan proyek ini.

Terlebih, proyek ini juga menuai kecaman berasal dari sejumlah pihak. Salah satu perhatian adalah adalah wujud penyaringan hasil pencarian yang disesuaikan bersama keputusan pemerintah Tiongkok.

Bos Google Tunjukkan Kemungkinan Rilis Mesin Pencari di Tiongkok

Kendati demikian, bukan berarti Google akan terlampau berhenti menggarap mesin pencari untuk pasar Tiongkok. Alasannya, Google sejauh ini nampak terus mencari langkah sehingga bisa kembali merilis mesin pencari di Tiongkok.

“Kami pikir adalah tugas kami mengeksplorasi bisa saja berikan pengguna akses ke informasi. Kami mengeksplorasi layaknya apa mesin pencari jikalau dirilis di negara layaknya Tiongkok,” tutur CEO Google Sundar Pichai selagi berjumpa bersama House of Representative Amerika Serikat.

Pichai enggan merinci proyek itu. Namun ia menjelaskan “pada satu titik”, perusahaan miliki lebih berasal dari 100 orang mengerjakan proyek tersebut.

CEO Google Buka Suara soal Mesin Pencari Khusus Tiongkok

Pichai di awalnya sempat membuka nada soal mesin pencari khusus Tiongkok. Ia membenarkan Google sedang mempersiapkan mesin pencari tersebut, tapi masih didalam step awal pengembangan, sehingga belum bisa dipastikan akan bisa dirilis atau tidak.

Pichai mengemukakan perihal selanjutnya didalam sebuah konferensi di San Francisco, AS. Menurut dia, Google sebenarnya memiliki rencana menghadirkan mesin pencari itu, tapi masih didalam step eksplorasi.

“Kami idamkan mempelajari bagaimana jikalau Google ada di Tiongkok, jadi itulah yang kami bikin di internal. Ini masih terlampau awal, kami tidak paham apakah akan atau bisa melakukannya di Tiongkok, tapi kami menjadi ini perlu untuk dijajaki,” ungkap Pichai.

Rencana ini, katanya, dirasa perlu dilaksanakan mengingat pentingnya pasar Tiongkok dan jumlah kastemer yang banyak di negara tersebut.

Berdasarkan pengujian internal, Pichai menjelaskan Google bisa melayani lebih berasal dari 99 persen pertanyaan yang diajukan di mesin pencari tersebut.

Tiongkok merupakan salah satu pasar terbesar di dunia, mengingat besarnya jumlah penduduk. Namun, usaha Google belum begitu optimal dikarenakan absennya fasilitas Search di negara tersebut.

Google menarik fasilitas mesin pencarinya delapan tahun lalu sebagai wujud protes pada regulasi sensor, dan dugaan peretasan yang dilaksanakan pemerintah setempat.

Leave a Reply