2 Jam Drama Kepanikan Keluarga Temukan Ular Piton di Toilet

2 Jam Drama Kepanikan Keluarga Temukan Ular Piton di Toilet


Saratogaartsfestival.org – 2 Jam Drama Kepanikan Keluarga Temukan Ular Piton di Toilet Jeritan seorang wanita membangunkan semua penghuni rumah di Rumah Dewan Perumahan di Eunos, Singapura terhadap pukul 6.45 pagi pas setempat. Ternyata, suara itu adalah respons dari temuan ular piton sepanjang tiga mtr. yang berada di dekat si perempuan.

Apa yang berjalan lantas adalah drama kepanikan sepanjang dua jam, di mana keluarga mesti berurusan bersama ular piton sanca batik di rumah mereka sambil menanti pertolongan datang.

Mengingat perihal itu, yang berjalan terhadap 30 Desember, warga yang hanya inginkan dikenal sebagai Goh, mengatakan istrinya berlari ke kamar mereka untuk membangunkannya.

2 Jam Drama Kepanikan Keluarga Temukan Ular Piton di Toilet

“Dia mengatakan ada ular besar di toilet. Saya pikir dia melebih-lebihkan atau sudah salah mengira ular lain,” katanya kepada The New Paper yang dikutip Jumat (11/1/2018).

Tetapi saat dia memeriksa, ternyata benar ada ular piton melingkar di kurang lebih balok di toilet.

Goh yang berusia 60 th. berucap, “Saya tidak dapat berkata-kata. Saya berpikir, ‘Bagaimana hewan menakutkan ini masuk ke rumah saya?'”

Pada pas itu, putri dan menantunya terhitung bangun dan memanggil Agri-Food and Veterinary Authority of Singapore (AVA) untuk meminta bantuan.

Pada pas yang sama, Goh memanggil Marine Parade Town Council (MPTC).

Dia tertegun saat diberitahu bahwa dia mesti memanggil perusahaan pengendalian hama untuk menangani masalah ini.

“Seluruh keluarga aku panik dan bingung mesti berbuat apa. Istri aku berlarian di kurang lebih rumah kami, dan kami kuatir ular itu dapat memasuki area kami berkumpul.”

Sementara itu, AVA berikan paham putrinya bahwa mereka segera mengirim bantuan.

Keluarga itu coba menemukan perusahaan pengendalian hama saat ular piton itu bergerak dan melilitkan dirinya di kurang lebih pipa pembuangan kotoran.

“Sangat kacau. Banyak perusahaan pengendalian hama tidak dapat menolong, dan beberapa mengatakan mereka tidak dapat menangani piton. Kami benar-benar sudah kehabisan akal,” tutur Goh.

Akhirnya, putrinya berhasil mendapat persetujuan pertolongan dari sebuah perusahaan. Tetapi saat karyawannya muncul, dia mengatakan ular itu benar-benar besar dan dia mesti meminta bala bantuan.

Tim tiba pukul 08.00 pagi dan perlu pas kurang lebih 30 menit untuk menangkap ular piton, yang lantas dilepas di area berhutan.

Ketika dihubungi, perusahaan pengendalian hama berikan paham TNP bahwa ular itu panjangnya tiga mtr. bersama diameter 10 cm.

Juru bicaranya mengatakan keluarga itu diminta keluari rumah dikarenakan evakuasi ular adalah operasi yang berbahaya.

Goh, yang membayar 400 dolar Singapura untuk menghalau piton, mengatakan, “Kami terasa benar-benar tak berdaya. Ular itu dapat menggigit kami. Hidup kami dapat dipertaruhkan pas kami berada di dekatnya.

“Jika ini berjalan lagi, kami meminta kami dapat diarahkan, atau kemungkinan seseorang dapat singgah sampai pertolongan yang relevan tiba.”

Seorang juru berbicara MPTC mengatakan kepada TNP bahwa Goh sudah menelepon hotline Essential Maintenance Services Unit (EMSU), yang menangani permintaan layaknya penyelamatan lift, tenaga listrik dan gangguan pasokan air.

Dia mengatakan AVA adalah otoritas yang tepat untuk menangani hal-hal yang mengenai bersama gangguan hewan.

Juru berbicara itu mengakui bahwa agen fasilitas pelanggan EMSU “bisa melaksanakan lebih baik bersama menambahkan lebih banyak informasi untuk lebih menopang masyarakat dalam suasana itu”.

“Kami bekerja sama bersama penyedia fasilitas untuk meningkatkan sistem ini,” tambah juru berbicara MPTC.

Seorang juru berbicara AVA mengatakan, pihaknya segera menanggapi penampakan ular piton itu, dan tengah dalam perjalanan ke rumah Goh saat putrinya menelepon untuk mengatakan bahwa ular itu sudah ditangkap.

Wakil Kepala Eksekutif Animal Concerns Research & Education Society (Acres), Kalai Vanan mengatakan kepada TNP bahwa pemilik rumah mesti menghindari menelepon perusahaan pengontrol hama dikarenakan ada kasus-kasus hewan liar, layaknya ular, dibunuh atau dilukai dikarenakan penanganan yang tidak tepat.

“Menghubungi perusahaan pengontrol hama untuk menangani mereka mengirimkan tanda yang salah bahwa hewan-hewan ini hama … Ular adalah hewan liar yang dilindungi oleh hukum,” tambah Vanan.

Leave a Reply